Tampilkan postingan dengan label akan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Sultan Jamalul Kiram III Akan Didakwa Di Filipina!

Jamalul-Kiram


Perkembangan terbaru ialah Department of Justice (DOJ) Filipina telah mengarahkan Biro Siasatan Negara (NBI) untuk menyediakan kes ‘airtight; terhadap ‘Sulu Sultan’ Jamalul Kiram III dan orang-orangnya yang mencerobohi negeri Sabah.
Bercakap kepada pemberita kelmarin, Setiausaha Kehakiman, Leila de Lima berkata, NBI kini sedang menyiapkan kes terhadap Kiram dan pengikutnya.
De Lima mengumumkan bahawa kumpulan Kiram boleh dikenakan hukuman kerana melanggar Perkara 118 (menghasut kepada peperangan atau memberi motif untuk bertindak balas), kod Semakan Keseksaan, pemilikan senjata api haram, perhimpunan haram dan pelbagai lagi.
Setelah mereka dikenakan hukuman bawah undang-undang Filipina, DOJ juga akan mengkaji kemungkinan membenarkan kerajaan Malaysia mengekstradisi penceroboh-penceroboh di Sabah untuk menghadapi undang-undang negara Malaysia pula.
Read More..

Jumat, 15 November 2013

Sebuah ROBOT Akan Gantikan PELACUR di Tahun 2050

Robot Gantikan Pelacur di Tahun 2050 – Kalangan peneliti menyatakan, dimasa depan robot akan menggantikan peran pelacur yang ada di rumah bordil. Robot pelacur ini akan memberikan pelayanan yang lebih bersih, bebas penyakit dan terbebas dari rasa bersalah akibat seks bebas.

Seperti dikutip dari Beritasatu, prediksi tersebut datang dari sebuah penelitian tentang seperti apa gambaran industri seks komersial di tahun 2050 yang akan datang. Ian Yeoman dan Michelle Mars yang merupakan peneliti dari Sekolah Manajemen Victoria, Wellington, Selandia Baru, menuliskan tentang gambaran sebuah bordil imajiner di distrik lampu merah Amsterdam yang disebut dengan Yub-Yum.

Dalam penelitian yang berjudul Robot, Pria Dan Pariwisata Seks itu, digambarkan tentang rumah bordir telah berubah menjadi “lebih modern modern dan tampil berkilau dengan sekitar 100 robot berambut pirang yang berpakaian minim dan memamerkan G-string yang eksotis”.

Para Klien akan membayar US$ 9.500 (Rp 75 juta) untuk mendapatkan semua “layanan spesial” termasuk yang menampilkan tarian striptis dan gaya hubungan seksual dari berbagai etnis berbeda, bentuk tubuh, usia, bahasa dan fitur seksual. Mereka juga meramalkan prostitusi robot akan menghentikan perdagangan manusia yang terkait dengan industri seks.

“Pada 2050, daerah lampu merah Amsterdam semuanya akan berkaitan dengan pelacur android yang bersih dari infeksi penyakit menular seksual sehingga menjamin tidak ada penyakit yang ditransfer antara konsumen,” tulis para peneliti.

Selain itu, mereka juga mengatakan dewan kota akan memiliki kontrol langsung terhadap pekerja seks android itu termasuk harga, jam operasi dan layanan seksual. Pada tahun 2007 yang lalu, seorang mahasiswa Belanda bernama David Levy pernah menyatakan bahwa manusia akan menikah dan berhubungan seks dengan robot pada tahun 2050.

Levi menyelesaikan studi dan meraih gelar PhD tentang masalah hubungan manusia dengan robot, dengan menyatakan bahwa robot akan menjadi begitu mirip manusia dalam penampilan, fungsi dan kepribadian. Hal ini akan membuat banyak orang akan jatuh cinta dengan mereka, berhubungan seks dengan mereka dan bahkan menikahi mereka.
Read More..